Tuesday, June 15, 2010

Pergiku Tak Lama (ii)

'waktu itu, tiada lain. yang saya fikirkan hanya mak abah. sebab kita tak tahu sape yang akan pergi dulu. kalau tak saya, mak, atau abah. kalau tak abah, mak atau saya. kalau saya pergi dulu, saya pergi tanpa keredhaan. kalau mak atau abah pergi dulu, saya lah orang yang paling sesal dalam hidup. saya tahu, berdosa diri saya buat ibu merindu. pernah sampai tiga hari saya tak makan, tapi saya seronok sebab dalam kesusahan tu saya percaya, kesenangan akan datang. banyak yang saya belajar. belajar tentang kesabaran, kesusahan, ketabahan, begitu juga hubungan dengan Tuhan. ar-rahman dan ar-rahim sentiasa ada. semua tahu, keredhaan ibubapa terletak pada keredhaan Allah. itu yang sentiasa saya takutkan; sejauhmana impian saya kejar, saya akui saya tidak dapat tidak, lari dari mereka. dalam tempoh itu, saya selalu harapkan mak abah redhakan jalan yang saya pilih. paling menyedihkan, ketika takbir malam raya. hanya Tuhan tahu, betapa hati rindukan mereka, betapa hati kosong. tak sangka, sekarang dah tujuh tahun berlalu dan saya takkan lupa peristiwa tu'.

jadi aku juga percaya,

'the only thing that stands between a man and what he wants from life is often merely the will to try it and, the faith to believe that it is possible' - Richard M. Devos

kalau punya masa, dengarkan ini; jalan cerita hidupnya.